www.smkn1-sby.sch.id. Surabaya –Persaingan di ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) kini semakin ketat. Tak lagi terbatas bagi siswa SMK, kini LKS Dikmen (Pendidikan Menengah) juga terbuka bagi SMA dan sekolah sederajat yang ingin berkompetisi di bidang keahlian tertentu seperti Web Technology, IT Software Solution Bisnis, Cyber Security, IT NSA, Artificial Intellegence.
Menghadapi semakin dekatnya perlombaan, tujuh siswa-siswi SMKN 1 Surabaya yang terdiri, Faris Adilah Yuiansyah 11 RPL 1, Revaya Helwa Thalib 11 RPL 2, Azam Surya Saputra RPL 1, Alvino Putra Dhika RPL 1, Ali Zaidan Azmi 11 RPL 1, Joevanni Lionel Roosevelt 11 RPL 1, Arkadio Kenzie 11 TKJ 1, mendapat kesempatan berlatih di PT Universal Big Data (UBIG) Malang, dalam rangka pelatihan pra LKS 2 November hingga 7 Desember 2026.
“Mereka yang kita kirim mengikuti pelatihan LKS ini merupakan siswa yang telah lolos seleksi tingkat Tingkat sekolah, karenanya adalah siswa-siswi terbaik dari dibidangnya masing-masing,” terang Dr. Drs. Anton Sujarwo, M.Pd., Kepala SMKN 1 Surabaya saat bersua wali murid.
“Lomba Kompetensi Siswa adalah kompetisi tahunan antar siswa pada jenjang SMK sesuai bidang keahlian yang diajarkan pada SMK,” jelasnya.
Lebih lanjut kepala sekolah mengatakan, Putra putri bapak/ibu ini akan digembleng disana selama kurun waktu satu bulan kedepan, guna membantu mereka dalam meningkatkan kemampuannya dalam menjalankan tugas- tugas yang diberikan serta memperluas pengetahuan dan memperkuat keterampilannya.
“Manfaatnya, diharapkan dengan pelatihan ini dapat membantu siswa untuk merasa lebih yakin dan percaya diri dalam menjalankan tugas-tugas mereka, serta membantu mereka untuk merasa lebih bersemangat dan termotivasi dalam berkompetensi bidangnya,” ucap kepala sekolah.
“Program ini menjadi jembatan antara penguasaan materi akademik dan kesiapan praktik sesuai standar SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dan format terbaru LKS Dikmen,” tambahnya.
Dikatakannya pula SMKN 1 Surabaya menyadari bahwa faktor mental memegang peranan hingga lima puluh persen dalam menentukan kemenangan saat berlomba di tingkat daerah maupun nasional. Oleh karena itu, para peserta LKS diberikan pembekalan manajemen, teknik relaksasi, serta motivasi diri dari psikolog atau motivator profesional.
“Hal ini memastikan para siswa tetap tenang, fokus, dan tidak mudah panik ketika menghadapi kendala teknis yang tak terduga di meja lomba,” pungkasnya. (badar)
