www.smkn1-sby.sch.id. Surabaya – SMK Negeri 1 Surabaya memiliki program tahunan berupa Kunjungan Industri guna memperluas Jaringan dan pengetahuan siswa sesuai dengan kompetensinya. Sebelumnya program kunjungan Industri yang telah disosialisasikan dengan Guru, Wali kelas dan siswa SMK Negeri 1 Surabaya. Kegiatan Kunjungan Industri dilaksanakan saat siswa berada di kelas XI pada semester Ganjil dan dilaksanakan Rabu, (07-10-2026).
Dalam kunjungan ini para siswa jurusan Managemen Logistik (ML) diterima langsung oleh Jupri, asisten jendral manager J&T Express. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan kepada para siswa untuk dapat menjaga integritas yaitu, Jujur dan transparan, Konsisten, Bertanggung jawab dan Menepati komitmen.
“Kunjungan ini dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan siswa/siswi SMK Negeri 1 Surabaya ke sejumlah perusahaan salah satunya JNT. Kunjungan industri merupakan sebuah kegiatan guna melihat gambaran pekerjaan yang nantinya akan dilakukan dan dalam kesempatan ini siswa dapat mengamati bagaimana kegiatan operasi sebuah perusahaan yang kita,” ujar Sudarsi, M.Ps., Ketua Konsentrasi Keahlian Management Logistik.
Lebih lanjunya Ia mengatakan, kunjungan industri juga bertujuan untuk memberikan motivasi kepada siswa-siswi SMK, serta meningkatkan semangat belajar mereka.
“Dengan melihat secara langsung bagaimana dunia kerja beroperasi, siswa-siswi diharapkan akan lebih termotivasi untuk meningkatkan kompetensi mereka guna mencapai kesuksesan hidup,” tambahnya.
Dijelaskan pula olehnya selama kunjungan industri, siswa-siswi diharapkan dapat memperluas wawasan dan cakrawala berpikir mereka dengan mengamati aktivitas di industri.
“Hal ini dapat membantu mereka mengambil pelajaran positif mengenai cara berperilaku dan bersikap di dunia kerja. Dengan demikian, mereka akan lebih siap menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya,” imbuhnya.
Di penghujung percakapan Sudarsi juga memeparkan Program kunjungan industri juga bertujuan untuk mewujudkan perjanjian kerja sama antara SMK dengan dunia industri. Kerjasama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kunjungan industri, magang, kelas industri, hingga pelatihan untuk guru.
“Dengan kerjasama ini, SMK dapat memastikan bila kurikulumnya sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan kita akan lebih siap dan qualified untuk menghadapi tantangan di dunia industry,” pungkasnya. (badar)
