www.smkn1-sby.sch.id. Surabaya- Seorang penerima tamu begitulah sebutan sehari-hari bagi siswa siswi yang wajib bertugas atau piket di lobby SMK Negeri 1 Surabaya. Difinisih ini ditujukan bagi seorang receptionist yang biasanya banyak dijumpai di lobby baik itu diperkantoran maupun serta perhotelan.
“Resepsionis sendiri merupakan orang yang bertugas untuk menyambut tamu dipintu depan atau lobby ketika tamu masuk,” jelas Sri Retna Pratiwi, S.ST., M.Pd. Wakil Ketua SMK Negeri Surabaya Bidang Hubungan Masyarakat.

Lebih lanjut Tiwi panggilan akrabnya mengatakan, mereka juga harus menjaga kesan yang baik, selalu tersenyum, dan ramah terhadap tamu yang berkunjung. Dengan hati-hati menanyakan keperluan para pengunjung, membantu setiap kebutuhan yang dicari.
“Dengan adanya siswa siswi yang piket atau yang lebih dikenal dengan sebutan receptionist, tentunya seorang tamu akan menuju front office desk sebelum masuk dan bertemu dengan siapa yang ingin ditemui maupun menyampaikan kepentingan dan keperluannya,” lanjutnya.

“Oleh karenanya mereka dituntut, harus menjadi seseorang yang dapat menjadi sumber informasi yang valid, dengan begitu tamu akan merasa senang. Selain itu seorang penerima tamu atau receptionist, juga harus paham terhadap prosedur dalam menerima dan menyampaikan pesan kepada pihak terkait,” tambahnya.
Lebih jauh Tiwi menyampaikan bahwa keberadaan siswa siswi yang piket kompetensi keahlian Manajemen Perkantoran, selain untuk memberikan kenyamanan kepada para tamu yang datang, juga untuk mengajarkan kepada para siswa siswi sehingga potensinya dapat berkembang dengan pesat.
“Selain itu, juga dapat membantu siswa siswi yang piket menjadi lebih fokus dalam belajar serta meningkatkan pengalaman untuk belajar menerima tamu dan menerima telpon dengan lebih giat, cepat serta beretika dan berkarakter. Namun perlu diingat bahwa siswa siswi yang piket ini berlaku secara bergantian setiap 2 hari dan diambil tiga siswa setiap kelas dan jurusan Manajemen Perkantoran yang ada di SMK Negeri 1 Surabaya,” ujar Tiwi sebagai Waka Hubinmas menutup pembicaraan. (badar)